Posts

Tentang Inisiasi Perjalanan

Image
Sejak beberapa tahun lalu, rasa ingin berpetualangku mulai menurun. Sebenarnya bukan karena rasa malas atau hal-hal sepele seperti tidak ada teman untuk diajak, dsb. Namun, lebih kepada sebuah keinginan yang jarang muncul ke permukaan dari hati yang menurutku lebih menyenangkan untuk diikuti dan direalisasikan. Entah itu seperti spontan saja terlintas di pikiran lalu hati merasa ingin melangkah, kalau kata Jangandiamterus sih, YA TURUTIN!. Rasa dirasa, petualangan yang diawali dengan hal seperti itu, walaupun tidak terencanakan dengan sangat amat sempurna, malah menjadikan hal tersebut sesuatu yang jadi. Pasti semua orang pernah mengalami, membuat rencana yang sangat perfect dari segala aspek namun tidak terealisasikan menjadi sesuatu yang jadi.  (Foto di atas diambil beberapa hari sebelum rencana pergi ke pulau barat menjadi angan belaka.) Memang terdengar aneh. Teringat cerita tentang hikayat sufi Madura karya Rusdi Mathari, ketika Cak Dlahom menjelaskan mukjizat Nabi yaitu ai...

Bandung, sehari bersama Preman

Image
  Kami turun di stasiun Cimahi pukul 19.45 WIB. Sekitar dua kemudian kereta api lokal Cibatuan melanjutkan perjalanannya. Ada alasan tersendiri kenapa aku memilih untuk turun di stasiun ini,   besok kalau Fajrixx dapet orang Cimahi maka akan menyenangkan bisa mengetahui lokasi geografis strategisnya agar bisa datang ke pelaminan dengan backpacker -an. Bdw, siapa Fajrixx? Ahsudahlaah. Mengingat belum shalat isya jadi aku ibadah dulu. Istirahat, setelah itu ke kamar mandi. Gala nunggu di depan mushalla stasiun. Selang beberapa menit, suasana kamar mandi tiba-tiba jadi ramai. Namaku diteriakkan lantang, merasa sudah terkepung. Pintu kamar mandi seperti akan didobrak. Aku pun keluar dengan tangan di atas tangan. Tengok kanan-kiri sepi cuma ada aku, Gala, sama satu pegawai kebersihan. Pokoknya posisi itu kebingungan. TERNYATA OH TERNYATAAA, adalah kawanku si Hilmi a.k.a Preman Bandung dalam panggilan. FYI: ponsel genggamku lumayan unik, dia kalau ditelpon dengan seluler langsun...

Purwakarta, Gito's plan

Image
  Merencanakan perjalanan sebelum memulainya adalah sesuatu yang penting. Termasuk di dalamnya rute yang mau dilalui. Memang ada beberapa orang yang lebih suka mengikuti alur saat memulai perjalanan. Namun, mereka tidak hanya langsung pergi bermodal nekat saja. Pasti kebanyakan sudah memiliki modal pengalaman atau dengan karakter yang sudah mereka bangun sebelumnya sehingga mereka bisa melakukan perjalanan yang terlihat seperti “ngalir” begitu saja. INGAT, persiapan itu penting.   BARIS INI BAKAL DIISI QUOTE DARI JANGANDIAMTERUS KALAU KETEMU BESOK DIEDIT POSTNYA Pada suatu hari ketika terbesit keinginan berpergian ke Bandung raya tapi di saat yang sama tabungan juga tidak seberapa. Adalah suatu yang membuat otak harus salto tujuh kali di depan gawang Alisson Breker agar dapat menemukan cara termurah walaupun harus melewati Zimbabwe. YANG PENTING MURAH SUDAAAH DAH PINGIN PERGI GITU. Diri melamun, berdiam diri di teras sambil menyeduh kopi yang nggak tahu kapan sudah belinya, ...

PESONA

Jika hidup ku hanya sebatas harapan penghargaan, maka aku usai di bangku sekolah dasar Jika hidup ku hanya sebatas pencarian pesona, maka aku selesai di sekolah pertama Jika hidup ku hanya sebatas membuat relasi banyak kawan, maka aku berhenti di sekolah kedua Tapi hidup ku berbekal petualangan, pencarian yang belum dipertemukan, maka aku masih bernafas sampai sekarang   Somodaran

Samiran, desa seberang Kretek

Image
Masuk ke dalam desa, lupakan apa yang kota katakan. Cerita ini tentang petani dan masyarakat desa yang mereka bisa hidup dengan menghidupi yang lain, memanen namun juga merawat.  “ Orang-orang desa berbahagia sebab mereka membahagiakan yang lainnya... ” -Jazuli Imam Petani di daerah ini melakukan reshuffle tanaman selama 4 kali dalam setahun. Ini termasuk dalam formasi tahan pangan mereka, juga agar kesuburan tanah terjaga, berbeda dengan kabinet yang sudah direshuffle tapi tetep ambyar. Skip. Jadi 4 kali itu 2x2bulan bawang, 1x2bulan bawang, 1x6bulan padi. Nah loh, bingung kan? Sama saya juga -admin magang @kknstmkg.unit12  Uniknya padi hasil panennya tidak dijual, melainkan disimpan untuk konsumsi pribadi. Begini kira-kira, selama kamu hidup di sini yang perlu dilakukan hanya merawat dan menjaga cadangan beras. Bersama petani yang lain karena asas di sini gotong royong dengan sistem saling backup-membackup anti curi-curi klub. Tapi kali ini panennya bawang, yang akan saya tu...

NISCAYA NERAKA

Rambu hijau terlihat Lalu lintas melambat Dorongan dari belakang Polisi mulai menghampiri dalang   Depan rambu ada penjahat Mencuri waktu dari para pegiat Terutama perawat, kehidupan Kemampuan merawat harapan   Seorang akan diciderai harapannya Barisan belakang mulai ditinggalkan Ketidakberdayaan mulai ke permukaan Juga ketidakpedulian, dan kepuasan   Ada kerumunan menolak pasrah Neraka dibentangkan dari bawah jubah Dilihat barisan belakang dengan sangat lemah Mengajaknya melalui bersama   Tuhan, berilah aku kekuatan ketika lelah Gerakan badanku yang lemah Demi harapan seseorang atau kerumunan Lalu, kapanpun, dengan kehendak-Mu Yang Maha Pemurah, Istirahatkanlah aku dengan tidak mudah.   Pondok Betung

Cibodas, turun dengan penuh kesabaran

Image
Masih ada cerita dari wisata Pangrango kemarin. Setelah bermalam dan berkemah sambil bersantai di Surya Mandalawangi, kami turun. Ya kali mau berminggu-minggu di puncak gunung. Walaupun sebenarnya enak mungkin jika demikian. Namun ada hal yang harus dipahami, alam memerlukan waktunya sendiri untuk memulihkan. Manusia dapat berpartisipasi dalam pemulihan alam dengan tidak mencampuri urusannya sama sekali. Kadang hal ini sering terlupakan di pikiran para pecinta alam, tapi kalau beneran cinta alam, pasti bakalan paham. Oke, paham kan?   Lanjut kita kembali ke basecamp. Disambut hangat oleh kang Hendrik Family, dibuatin teh anget, ditawari nasi rames, disuruh rebahan, dikasih sertifikat tanah plus akses tak terbatas ke Pangrango. Nggak lah cuy, becanda ni Akmal. Dari itu semua, pilihan kami jatuh pada makan! Walau dah dekil banget mirip Rambo pas kesasar di Vietnam. Selesai makan kita pulang. Lah ga mandi dulu bang? Mandinya di masjid pinggir jalan nanti dicari, biar berkaaah, ...