Posts

Showing posts with the label Cerita

Bandung, sehari bersama Preman

Image
  Kami turun di stasiun Cimahi pukul 19.45 WIB. Sekitar dua kemudian kereta api lokal Cibatuan melanjutkan perjalanannya. Ada alasan tersendiri kenapa aku memilih untuk turun di stasiun ini,   besok kalau Fajrixx dapet orang Cimahi maka akan menyenangkan bisa mengetahui lokasi geografis strategisnya agar bisa datang ke pelaminan dengan backpacker -an. Bdw, siapa Fajrixx? Ahsudahlaah. Mengingat belum shalat isya jadi aku ibadah dulu. Istirahat, setelah itu ke kamar mandi. Gala nunggu di depan mushalla stasiun. Selang beberapa menit, suasana kamar mandi tiba-tiba jadi ramai. Namaku diteriakkan lantang, merasa sudah terkepung. Pintu kamar mandi seperti akan didobrak. Aku pun keluar dengan tangan di atas tangan. Tengok kanan-kiri sepi cuma ada aku, Gala, sama satu pegawai kebersihan. Pokoknya posisi itu kebingungan. TERNYATA OH TERNYATAAA, adalah kawanku si Hilmi a.k.a Preman Bandung dalam panggilan. FYI: ponsel genggamku lumayan unik, dia kalau ditelpon dengan seluler langsun...

Purwakarta, Gito's plan

Image
  Merencanakan perjalanan sebelum memulainya adalah sesuatu yang penting. Termasuk di dalamnya rute yang mau dilalui. Memang ada beberapa orang yang lebih suka mengikuti alur saat memulai perjalanan. Namun, mereka tidak hanya langsung pergi bermodal nekat saja. Pasti kebanyakan sudah memiliki modal pengalaman atau dengan karakter yang sudah mereka bangun sebelumnya sehingga mereka bisa melakukan perjalanan yang terlihat seperti “ngalir” begitu saja. INGAT, persiapan itu penting.   BARIS INI BAKAL DIISI QUOTE DARI JANGANDIAMTERUS KALAU KETEMU BESOK DIEDIT POSTNYA Pada suatu hari ketika terbesit keinginan berpergian ke Bandung raya tapi di saat yang sama tabungan juga tidak seberapa. Adalah suatu yang membuat otak harus salto tujuh kali di depan gawang Alisson Breker agar dapat menemukan cara termurah walaupun harus melewati Zimbabwe. YANG PENTING MURAH SUDAAAH DAH PINGIN PERGI GITU. Diri melamun, berdiam diri di teras sambil menyeduh kopi yang nggak tahu kapan sudah belinya, ...

Samiran, desa seberang Kretek

Image
Masuk ke dalam desa, lupakan apa yang kota katakan. Cerita ini tentang petani dan masyarakat desa yang mereka bisa hidup dengan menghidupi yang lain, memanen namun juga merawat.  “ Orang-orang desa berbahagia sebab mereka membahagiakan yang lainnya... ” -Jazuli Imam Petani di daerah ini melakukan reshuffle tanaman selama 4 kali dalam setahun. Ini termasuk dalam formasi tahan pangan mereka, juga agar kesuburan tanah terjaga, berbeda dengan kabinet yang sudah direshuffle tapi tetep ambyar. Skip. Jadi 4 kali itu 2x2bulan bawang, 1x2bulan bawang, 1x6bulan padi. Nah loh, bingung kan? Sama saya juga -admin magang @kknstmkg.unit12  Uniknya padi hasil panennya tidak dijual, melainkan disimpan untuk konsumsi pribadi. Begini kira-kira, selama kamu hidup di sini yang perlu dilakukan hanya merawat dan menjaga cadangan beras. Bersama petani yang lain karena asas di sini gotong royong dengan sistem saling backup-membackup anti curi-curi klub. Tapi kali ini panennya bawang, yang akan saya tu...

Cibodas, turun dengan penuh kesabaran

Image
Masih ada cerita dari wisata Pangrango kemarin. Setelah bermalam dan berkemah sambil bersantai di Surya Mandalawangi, kami turun. Ya kali mau berminggu-minggu di puncak gunung. Walaupun sebenarnya enak mungkin jika demikian. Namun ada hal yang harus dipahami, alam memerlukan waktunya sendiri untuk memulihkan. Manusia dapat berpartisipasi dalam pemulihan alam dengan tidak mencampuri urusannya sama sekali. Kadang hal ini sering terlupakan di pikiran para pecinta alam, tapi kalau beneran cinta alam, pasti bakalan paham. Oke, paham kan?   Lanjut kita kembali ke basecamp. Disambut hangat oleh kang Hendrik Family, dibuatin teh anget, ditawari nasi rames, disuruh rebahan, dikasih sertifikat tanah plus akses tak terbatas ke Pangrango. Nggak lah cuy, becanda ni Akmal. Dari itu semua, pilihan kami jatuh pada makan! Walau dah dekil banget mirip Rambo pas kesasar di Vietnam. Selesai makan kita pulang. Lah ga mandi dulu bang? Mandinya di masjid pinggir jalan nanti dicari, biar berkaaah, ...

Pangrango, belajar Zero Waste

Image
Pada awalnya cerita pendakian ini hanya diinisiasi oleh satu orang. Kenapa? Salah satunya karena manusia itu suka nyampah, semakin banyak manusia ke alam tanpa modal ilmu pengetahuan semakin banyak pula jalur penyebaran sampah dari peradaban ke alam. Cerita pendakian selalu diawali dengan sebuah panggilan, setidaknya itu dariku. Entah itu dalam wujud ajakan, keinginan, atau apapun yang tiba-tiba muncul tanpa rencana. Jadi biasanya rencana dibuat   setelah panggilan. Unik memang.   “Kalau tidak ada tujuan tidak mau naik. Kalau tidak zero waste tidak mau naik. Kalau rame tidak mau naik. Kalau jalur gunungnya udah kasian tidak mau naik.” -miftah   Belajar zero waste sebelum naik. Harus zero waste ketika naik. Berawal dari ide itu, karena aku juga masih belajar makanya personil dalam pendakian ini bertambah satu. Akmal, orang yang sudah terbiasa berkehidupan minimalis karena terpaksa keadaan juga keinginan. Satu tujuan, jangan jadi parasit berkedok kepecintaan ala...