Tentang Lingkungan Sekitar
2017. Seseorang pernah mengatakan kepadaku secara tidak langsung melalui artikelnya, "Aku dikelilingi oleh orang-orang hebat." Kalimat tersebut membuatku bertanya, "Apakah aku juga demikian?" Pertanyaan tersebut sebenarnya klise karena yang perlu dipertanyakan sebelum itu yaitu, "Apakah aku adalah orang hebat?" Bukankah orang hebat dapat menentukan jalan yang akan dilaluinya? Bukti bahwa beliau berani menuliskan kalimat itu adalah karena beliau juga sudah melakukannya, menjadi orang hebat.
Lalu pertanyaan berikutnya tersentil, "Siapa yang tidak ingin seperti itu?" Aku pun ingin. Menjadi seseorang yang hebat lalu menghebatkan orang-orang di sekitar karena pada dasarnya aku yakin bahwa kita akan mengetam apa yang kita tanam. Aku rasa aku juga sudah beruntung, memiliki teman-teman yang bisa diandalkan di sekitarku. Sebentar, sangat sangat beruntung malah, tapi sangat diandalkan.
Perkara apa? Apa saja dalam keadaan bagaimana saja. Baru aku sadar kalau hebat mungkin bukanlah aku, bukanlah sekelilingku. Aku terbiasa dengan lingkungan biasa saja, tapi tidak biasa bagi orang sibuk, terlampau serius yang ekstrim, atau apalah yang berbau kaku. Lingkunganku biasa, juga baik. Baik mulai dari hal kecil, suka membantu dalam hal kecil.
Kalau boleh menggubah kutipan dari Pramoedya, "Lingkunganku baik sejak langkah pertama." Sekiranya aku dirasa baik, oleh kalian yang sedang membaca, itu bukan semata hanya aku, namun juga teman-temanku, lingkungan dan semua yang ada di sekelilingku.
Itu karena aku dikelilingi orang-orang baik.
Comments
Post a Comment