Sungguh hanya ada 2 hal yang membuatku betah di kota Pertama, doa orang tuaku dan yang kedua, kamu Di antara kota yang membuatku tidak suka berlama-lama Aku bersyukur Allah telah mengabulkan doa hamba-Nya Entah dari mana akan datangnya, Aku pernah berdoa agar diberi pendamping, Seseorang yang lebih mengerti diriku, selain ibuk Seseorang yang ketika aku tidak bisa menceritakan sesuatu kepada ibuk, Aku berlari ke arahnya dan berbagi tekanan Harapan ibuk dan bapak, aku bisa lulus dari sekolah ini Bahkan bisa dan mau melanjutkannya Kadang hal itu lewat, lepas dari pandanganku Namun, selalu kamu, Manis, yang membuatku kembali memandangnya Dari sifatmu yang dulunya kaku Sampai berubah menjadi malu, Bersamaku sekarang, kau tinggi melampaui, Menjadi pribadi yang terus menjadi lebih baik lagi Dari jutaan masalah yang pernah kita bicarakan Ada satu yang mulai ku angkat sendirian Yang pernah ku abaikan karena merasa menang ...