Bandung, sehari bersama Preman
Kami turun di stasiun Cimahi pukul 19.45 WIB. Sekitar dua kemudian kereta api lokal Cibatuan melanjutkan perjalanannya. Ada alasan tersendiri kenapa aku memilih untuk turun di stasiun ini, besok kalau Fajrixx dapet orang Cimahi maka akan menyenangkan bisa mengetahui lokasi geografis strategisnya agar bisa datang ke pelaminan dengan backpacker -an. Bdw, siapa Fajrixx? Ahsudahlaah. Mengingat belum shalat isya jadi aku ibadah dulu. Istirahat, setelah itu ke kamar mandi. Gala nunggu di depan mushalla stasiun. Selang beberapa menit, suasana kamar mandi tiba-tiba jadi ramai. Namaku diteriakkan lantang, merasa sudah terkepung. Pintu kamar mandi seperti akan didobrak. Aku pun keluar dengan tangan di atas tangan. Tengok kanan-kiri sepi cuma ada aku, Gala, sama satu pegawai kebersihan. Pokoknya posisi itu kebingungan. TERNYATA OH TERNYATAAA, adalah kawanku si Hilmi a.k.a Preman Bandung dalam panggilan. FYI: ponsel genggamku lumayan unik, dia kalau ditelpon dengan seluler langsun...